Beda Nasib Saham BUMN TLKM dan BBRI, IHSG Turun 0,79 Persen

Beda Nasib Saham BUMN TLKM dan BBRI, IHSG Turun 0,79 Persen

Beda Nasib Saham BUMN TLKM dan BBRI, IHSG Turun 0,79 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung melemah terhadap sesi I perdagangan Rabu (27/1/2021) bersamaan bersama masih derasnya sentimen negatif yang membayangi. Bahkan, IHSG sempat anjlok 2 persen meninggalkan level 6.000.
Bandar Taruhan
Hingga sesi I pukul 11.30 WIB, IHSG turun 0,79 persen atau 48,37 poin menjadi 6.091,8. Sepanjang pagi ini, IHSG bergerak di rentang 5.999,98-6.154,6. Terpantau 97 saham naik, 379 saham koreksi, dan 141 saham stagnan.

Total transaksi Rp12,87 triliun dan kapitalisasi pasar mengempis menjadi Rp7.128,8 triliun. Investor asing cenderung masuk bersama net buy Rp18,88 miliar.

Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mencatatkan net buy terbesar, yakni sejumlah Rp102,2 miliar. Saham TLKM pun naik 1,84 persen atau 60 poin menuju Rp3.320.

Sementara itu, saham BUMN lainnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi yang paling banyak di lepaskan asing bersama net sell Rp109,6 miliar. Saham BBRI koreksi 1,08 persen atau 50 poin ke level Rp4.600.

Saham PT BRI Agroniaga Tbk. (AGRO) menjadi yang anjlok paling dalam, yakni 7 persen menjadi Rp930. Saham farmasi PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) pun amblas 6,98 persen atau 270 poin ke level Rp3.600.

Sementara itu, di dalam publikasi risetnya Tim analis Samuel Sekuritas Indonesia menuliskan bursa saham Indonesia kemarin ditutup melemah -1.89% kendati investor asing melaksanakan net buy sebesar Rp251,9 miliar di pasar reguler.

Pelemahan IHSG terjadi bersamaan bersama turunnya pasar regional. Selain itu masalah COVID-19 di Indonesia sudah tembus 1 juta masalah bersama menambahkan 13,094 masalah baru kemarin, dan masalah sembuh hanya meraih 10,868 kasus. Dengan demikian, masalah aktif tetap naik meraih 163,526 kasus.

Di segi lain, bursa saham AS bergerak flat terhadap perdagangan semalam. Dow -0.07%, S&P500 -0.15% dan Nasdaq -0.07%. Para pelaku pasar masih mewaspadai sebaran masalah COVID-19 yang belum juga mereda di sedang musim laporan keuangan yang baru terasa di AS.

Investor juga sedang menanti arah kebijakan Presiden AS baru, Joe Biden, terhadap perdagangan bersama China. Jika kebijakannya menyerupai kebijakan presiden sebelumnya, maka di khawatirkan perang dagang dapat tetap terjadi.

Selain itu, investor juga menanti serangkaian information ekonomi yang singgah di minggu ini. Salah satunya adalah hasil rapat FOMC perihal arah kebijakan Bank Sentral AS berkenaan suku bunga serta pandangan arah kebijakan moneter di tahun 2021 ini. Selain itu ada information PDB kuartal IV/2020, klaim pengangguran, dan information penjualan tempat tinggal baru.

Kunjungi Juga : BERITA BISNIS TERBARU

“Sentimen positif singgah dari IMF yang memberitakan outlook pertumbuhan ekonomi international FY21F sebesar 5.5%, naik 0.3% dari perkiraan pada mulanya di Oktober 2020 silam, supaya hari ini IHSG berpeluang sedikit melaksanakan rebound,” paparnya di dalam publikasi riset.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *