Heineken PHK 8.000 Pekerja Gara-gara Penjualan Bir Anjlok

Heineken PHK 8.000 Pekerja Gara-gara Penjualan Bir Anjlok

Heineken PHK 8.000 Pekerja Gara-gara Penjualan Bir Anjlok

Perusahaan pembuat bir asal Belanda, Heineken (HEINY), akan menentukan interaksi kerja (PHK) bersama 8.000 pekerja mereka secara global. Jumlah itu raih 10 persen berasal dari keseluruhan pekerja mereka.

Keputusan itu diharapkan dapat menghemat biaya operasional perusahaan hingga 2 miliar euro Eropa, setara US$2,4 miliar atau Rp33,53 triliun (mengacu kurs Rp13.972 per dolar AS).
Pasang Bola
Melansir CNN Business, Kamis (11/2), perusahaan tercatat merugi sebesar 204 juta euro Eropa atau US$247,6 juta sepanjang 2020 lalu. Padahal, Heineken sukses mengantongi laba 2,2 miliar euro Eropa atau US$2,7 miliar di th. sebelumnya.

Kerugian disebabkan penurunan pendapatan hingga 16,7 persen menjadi 23,8 miliar euro Eropa setara US$28,9 miliar. Pandemi covid-19 menghimpit penjualan bir merek Heineken lantaran berlangsung penutupan restoran dan bar sepanjang pembatasan sosial.

“Dampak pandemi terhadap usaha kita jadi gawat sebab jalur perdagangan kita (pub, bar, dan restoran) dan eksposur geografis perseroan,” ujar CEO Heineken Dolf van den Brink.

Pemilik merek bir Moretti dan Amstel itu memperkirakan lebih kurang 30 persen bar dan restoran beroperasi di Eropa, yang merupakan pasar terbesarnya. Kawasan selanjutnya memberlakukan ulang penguncian lokasi (lockdown) terhadap Desember, supaya jadi menghimpit penjualan perseroan.

Namun, di sedang rutinitas baru menetap di rumah, maka mengonsumsi alkohol yang dapat dipesan langsung oleh konsumen meningkat. Sebut saja penjualan merek Beerwulf, Six2Go, dan Drinkies meningkat hingga tiga kali lipat th. lalu.

Selain itu, penjualan online bersama sistem antar langsung ke tempat tinggal tumbuh dua digit. Namun, penjualan bir berdasarkan volume turun 8,1 persen terhadap 2020.

Selain pemasaran online, penjualan minuman non alkohol Heineken terhitung meningkat, didorong oleh product Heineken 0.0 dan Maltina. Karenanya, perseroan merencanakan mengembangkan product potensial tersebut.

“Kami bercita-cita untuk tumbuh unggul dan menguntungkan di dunia yang cepat berubah,” terang van den Brink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *