Investor Lirik Saham Big Caps BBCA hingga ICBP

Investor Lirik Saham Big Caps BBCA hingga ICBP

Investor Lirik Saham Big Caps BBCA hingga ICBP

Investor mulai melirik saham bersama kapitalisasi pasar jumbo, sehabis hampir selama tahun selanjutnya cenderung berpihak kepada saham bersama kapitalisasi kecil-menengah.

Head of Research Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma menjelaskan bahwa seiring bersama arus dana asing yang memadai kencang pada awal tahun ini, saham-saham big caps sukses memperoleh kebolehan untuk mencetak kinerja positif.
Pasang Bola
“Big caps mulai dilirik kembali dikarenakan asing kan udah masuk, terlebih ke saham perbankan dan telekomunikasi,” ujar Suria kepada Bisnis, Kamis (14/1/2021).

Hal itu lah, menurut Suria, yang sebabkan posisi empat besar saham bersama kapitalisasi pasar terjumbo, yakni BBCA, BBRI, TLKM, dan BMRI sukses menjaga posisinya sejak akhir perdagangan 2020.

Selain itu, Suria menjelaskan bahwa kala ini investor terhitung cenderung berpindah minat dari mula-mula berpihak kepada saham sektor defensif seperti konsumer, ke saham sektor yang lebih agresif seperti tambang dan perbankan seiring bersama prospek pemulihan ekonomi.

Saham sektor barang mengkonsumsi tak kalau saham big caps seperti UNVR, ICBP, hingga HMSP terlihat kehilangan tenaga untuk mencetak kinerja baik pada tahun ini, dan terpantau menetap di zona merah.

Hal itu pun tercermin, di antara saham big caps lainnya cuma ketiga saham tersebut yang mencatatkan kinerja negatif selama tahun berjalan 2021. Secara year to date UNVR terkoreksi 6,35 persen, ICBP turun 2,35 persen, dan HMSP turun 1,95 persen,

Suria pun mengaku tidak kaget, saham emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, BRPT, sukses mendepak saham kelompok Salim, ICBP, dari daftar 10 besar saham kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hal itu mengingat duo emiten Prajogo Pangestu, BRPT dan TPIA, kala ini sukses tersulut sentimen harga minyak yang kala ini sedang menguat. BRPT terpantau naik 4,5 % selama tahun berjalan 2021, sedang TPIA naik 8,85 persen.

Adapun, di antara saham 10 besar big caps kala ini Suria menjadikan 4 saham bank terbesar dan TLKM sebagai saham pilihan utamanya seiring bersama sentimen yang sedang bergulir kala ini.

Secara terpisah, Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani menjelaskan bahwa prospek saham-saham big caps pada tahun ini terlalu baik. Dia memandang saham perbankan seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI yang siap memimpin penguatan kala ini.

“Namun, UNTR terhitung punyai potensi yang baik seiring bersama pemulihan ekonomi di tahun ini dikarenakan saham tersebut berpotensi membukukan perbaikan kinerja dan berpotensi tercermin pada harga sahamnya,” ujar Hendriko kepada Bisnis, Kamis (14/1/2021).

Selain itu, Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo terhitung menjadikan UNTR sebagai salah satu saham big caps yang sanggup dilihat investor kala ini.

Dia menjelaskan, prospek UNTR memadai baik dikarenakan diversifikasi lini bisnisnya, dan banyak sentimen positif yang kala ini mendukung, seperti kenaikan harga batubara, tren harga emas, permohonan alat berat, dan jasa konstruksi.

Untuk diketahui, UNTR kala ini menduduki posisi ke 15 besar saham bersama kapitalisasi pasar terjumbo di BEI, yakni sebesar Rp97,73 triliun. Pada penutupan perdagangan Kamis (14/1/2021) UNTR parkir di level Rp26.300, naik 0,38 persen.

Selain itu, Frankie terhitung berpihak kepada saham BBNI dan BRPT di antara saham-saham big caps lainnya.

“Karena, investor kala ini lebih mengalokasinya portfolionya ke sektor yang lebih punyai sentimen positif, yang relevan dimasa sekarang, seperti mining, kimia farmasi dan teknologi,” papar Frankie kepada Bisnis.

Sementara itu, Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menjelaskan bahwa sentimen yang kala ini kencang berhembus di pasar terlalu untungkan saham sektor farmasi.

Dengan demikian, bukan tidak barangkali saham sektor farmasi di kemudian hari sanggup menyusul untuk masuk jajaran 10 besar saham big caps. Apalagi, kalau di sedang sentimen positif kala ini terkandung emiten farmasi yang menginformasikan akan ada aksi korporasi menambahkan jumlah saham beredar.

“Bisa saja saham farmasi, kalau naik konsisten dan ke depan umpama ada aksi korporasi memberi tambahan jumlah saham yang beredar, perdagangan makin ramai dan potensi market cap untuk naik pesat, pasti ada,” ujar Reza kepada Bisnis.

Untuk diketahui, di antar saham sektor farmasi, KLBF punyai kapitalisasi pasar terbesar, yakni Rp74,77 triliun.

Di sisi lain, di antara 10 besar saham big caps kala ini yang sanggup menjadi pertimbangan investor sesuai bersama price to book value (PBV) adalah BMRI, ASII, dan BBNI.

Namun, untuk investor yang menghendaki menggunakan momentum untuk trading sanggup perhitungkan ICBP, TPIA, dan HMSP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *