Turun Lagi, Cek Rincian Lengkap Harga Emas di Pegadaian pada 9 Januari 2021

Turun Lagi, Cek Rincian Lengkap Harga Emas di Pegadaian pada 9 Januari 2021

PT Pegadaian (Persero) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tawarkan jasa menjual dan beli emas. Layanan ini melengkapi jasa gadai yang sudah di tawarkan sebelumnya.

Ada sebagian style emas yang dijual oleh perusahaan yang berdiri sejak 1901 di Sukabumi Jawa Barat ini. Jenis emas yang terdaftar adalah emas Antam, emas Retro, emas Batik, dan emas UBS. Semua style emas itu hanya tersedia di outlet Pegadaian.

Setiap harinya harga emas yang dijual tetap berubah. Pada Sabtu, 9 Januari 2021, harga emas di Pegadaian terpantau turun kalau dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya

Berikut ini daftar lengkap dan terakhir harga emas PT Pegadaian (Persero) pada 9 Januari 2021:

Harga Emas Antam

– 0,2 gram = Rp1.960.000

– 3,0 gram = Rp2.915.000

– 5,0 gram = Rp4.822.000

– 10,0 gram = Rp9.586.000

– 25,0 gram = Rp23.832.000

– 50,0 gram = Rp47.851.000

– 100,0 gram = Rp95.079.000

– 250,0 gram = –

– 500,0 gram = –

– 1000,0 gram = –

 

Harga Emas Antam Retro

– 0,5 gram = Rp465.000

– 1,0 gram = Rp928.000

– 2,0 gram = Rp1.856.000

– 3,0 gram = Rp2.783.000

– 5,0 gram = Rp4.639.000

– 10,0 gram = Rp9.276.000

– 25,0 gram = Rp23.187.000

– 50,0 gram = Rp46.374.000

– 100,0 gram = Rp92.747.000

 

Harga Emas Antam Batik

– 0,5 gram = Rp632.000

– 1,0 gram = Rp1.169.000

 

Harga Emas UBS

– 0,5 gram = Rp511.000

– 1,0 gram = Rp956.000

– 2,0 gram = Rp1.897.000

– 5,0 gram = Rp4.687.000

– 10,0 gram = Rp9.323.000

– 25,0 gram = Rp23.260.000

– 50,0 gram = Rp46.423.000

– 100,0 gram = Rp92.808.000

– 250,0 gram = Rp231.951.000

– 500,0 gram = Rp463.355.000

Harga Emas Turun 4 Persen, Terburuk Sejak November 2020

Harga emas merosot lebih berasal dari 4 % pada perdagangan Jumat (Sabtu sementara Jakarta) dan perak diikuti dengan penurunan nyaris 10 % gara-gara prospek transisi kekuasaan yang mulus di Washington, Amerika Serikat (AS) dan lonjakan imbal hasil Treasury AS menghantam kompleks yang miliki nilai itu.

Dikutip berasal dari CNBC, Sabtu (9/1/2021), harga emas di pasar spot turun menjadi USD 1.828,36, di mana penurunan paling akhir sebesar 3,6 % pada USD level 1.843,06 per ounce. Penurunan harga emas ini menjadi minggu terburuk sejak November 2020.

Sedangkan harga emas berjangka AS turun 4,1 % menjadi USD 1.835,40.

“Harga emas mengalami pergeseran fundamental yang besar bagi banyak investor dan mereka merasa meninggalkan perdagangan aman haven,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

“Anda bisa saja akan melihat bahwa pasar Treasury melihat aliran yang kuat dan itu menghilangkan sebagian energi tarik berasal dari emas,” lanjut dia.

Kontrol Demokrat pada Senat AS sudah meningkatkan taruhan untuk dorongan yang besar, mengangkat imbal hasil obligasi 10 tahun ke level tertinggi sejak Maret.

Sejak Presiden AS Donald Trump sudah menyetujui transisi kekuasaan yang teratur, tersedia sebagian aksi ambil untungkan sementara, kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments.

“Setelah emas menembus di bawah USD 1.900, sebagian pedagang momentum tetap mengeksekusi perintah jual,” ungkp dia.

Sementara emas secara umum dipandang sebagai lindung nilai pada inflasi yang sanggup dihasilkan berasal dari dorongan yang meluas, lebih-lebih tahun lalu, yang sudah beralih gara-gara imbal hasil obligasi yang lebih tinggi meningkatkan cost peluang memegang emas batangan yang tidak membuahkan bunga.

“Kami akan melihat lebih banyak dorongan dan pada kelanjutannya meningkatkan suku bunga,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities.

Beberapa analis termasuk menyatakan sebagian investor termasuk sanggup mengalihkan dananya ke Bitcoin, yang sudah memperpanjang reli yang meroket.

Selain harga emas, harga perak turun 7,3 % menjadi USD 25,14 per ounce, sehabis jatuh sebanyak 9,8 persen. Sementara paladium turun 2,6 % menjadi USD 2.356,23 per ounce. Kedua logam tersebut hadapi minggu terburuk sejak November.

Harga platinum merosot 5 % menjadi USD 1.060,87, di mana pada perdagangan sebelumnya sudah turun 6,2 persen.

Harga Emas Bakal Kembali Cetak Rekor Tertinggi, Ini Penyebabnya

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menyatakan pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2021 akan mendorong kenaikan harga emas. Harga emas diprediksi akan capai level tertingginya pada kuartal I 2021, yaitu USD 2.045 per troy ounce (toz).

Pada kuartal I ini, katanya, AS akan mengeluarkan banyak kebijakan yang bisa saja membawa indeks dolar melemah dan harga emas mengalami kenaikan.

“Penurunan besar indeks dolar AS akan berjalan ke 87, sementara itu lah emas menyentuh level USD 2.045 per troy ounce. Kalau tidak, emas akan kesulitan capai level tersebut, di angka USD 2.000 per troy ounce sudah cukup bagus,” sadar Ibrahim sementara dihubungi Liputan6.com pada Jumat (8/1/2021).

Kenaikan harga emas tidak akan berjalan lama. Fluktuasi akan capai level paling rendah pada kuartal III 2021 dengan harga USD 1.600 per troy ounce. Hal ini disebabkan vaksinasi sudah merata, dan masyarakat sudah merasa bekerja seperti biasa.

Perekonomian sudah merasa menggeliat, lalu pilihan investasi pun akan beralih ke saham dan obligasi.

“Jika vaksinasi sudah berjalan dengan baik, maka perekonomian akan turut membaik,” tutur Ibrahim.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *